Niatnya pengen bikin thread di twitter, berhubung masih amatir jadi mau latihan di sini dulu aja.
Beberapa kali bikin review tentang film-film hollywood terbaik dari tahun ke tahun. Sekarang pengen nge-review film-film dari negeri ginseng alias Korea. Kalo diliat dari teknologi mungkin Korea masih ketinggalan jauh dari Amerika atau negara Eropa lainnya, tapi dari segi ide cerita, Korea tidak kalah dari film-film hollywood, selalu menampilkan sesuatu yang berbeda. Akhir-akhir ini saya sering menonton beberapa film korea yang menurut saya mind blowing dengan plot twist dan ending yang tidak biasa, selain itu selalu ada pesan tersendiri yang hendak disampaikan kepada penonton. Kali ini saya akan mengulas film-film korea dari berbagai genre, berikut top ten film korea yang rekomen untuk ditonton versi saya :)
10. Forgotten (2017)
Film drama keluarga ini sangat misterius dan menegangkan, disutradai dan ditulis naskahnya oleh Jang Hang Jun dan diperankan oleh Kang ha neul sebagai Jin seok, seorang adik yang memiliki hipersensivitas (kecemasan berlebih) yang mendapati Kakak laki-lakinya diculik oleh sekelompok orang, namun setelah 19 hari sang kakak kembali dan tidak mengingat kejadian selama diculik. Jin seok merasa ada yang berubah dengan sang kakak, Yoo seok (Kim mo yeol) pasca penculikan tersebut.
9. Kim Ji Young, Born 1982 (2019)
Film ketiga dimana Gong Yoo dan Jung yu mi dipasangkan setelah Silenced dan Train To Busan, kali ini mereka berperan sebagai pasangan suami istri. Kim ji young, born 1982 diadaptasi dari novel dengan judul yang sama hasil karya Cho nam joo. Novelnya sendiri sedikit kontroversi karena mengangkat isu-isu tentang perempuan di Korea sehingga filmnya pun sempat digosipkan batal tayang, tetapi pada akhirnya filmnya rilis november 2019. Dikisahkan Kim ji young, seorang wanita yang berhenti bekerja dan sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga, tanpa disadari ia mengalami depresi berat karena beberapa kejadian yang terjadi di masa lalu dalam hidupnya, dan orang yang pertama kali menyadari hal itu adalah suaminya (Gong yoo), suaminya merasa pada suatu waktu Kim ji young menjadi pribadi lain yang tidak dikenalnya. Premisnya sederhana sekali tetapi jika diresapi, pesannya sangatlah penting, dan saya yakin ini bisa terjadi pada perempuan dari berbagai belahan dunia, tidak hanya di Korea.
8. Mother (2009)
Bagi yang suka film dengan plot twist "ko bisa sih?" saya sarankan untuk menonton Forgotten dan Mother. Ini film drama thriller kedua karya Bong joon ho yang saya tonton, disutradai dan ditulis langsung oleh Bong joon ho dan film ini mendapatkan beberapa penghargaan bergengsi namun saat itu gagal sebagai best foreign film di Oscar. Dikisahkan Seorang ibu bernama Hye ja (Kim hye ja) yang memiliki profesi petani ginseng dan memiliki keahlian akupuntur, hidup dengan seorang anak laki-laki satu-satunya, Doo joon (Won bin) yang memiliki keterbelakangan mental. Suatu hari Doo joon dijadikan tersangka pembunuhan seorang anak sekolah, ibunya yang merasa tidak mungkin seorang anak cacat mental melakukan pembunuhan, mati-matian membebaskan anaknya, Doo joon.
7. Ahjussi (2010)
Film yang memiliki judul asing The Man From Nowhere disutradai dan ditulis naskahnya oleh Lee jeong beom. Film drama action yang diperankan oleh the one and only Won bin, aksinya tidak kalah dengan Keanu Reeves dalam John Wick atau Iko Uwais dalam The Raid ini berhasil mendapatkan pujian dari berbagai kritikus film dalam maupun luar negeri. Diceritakan Cha tae sik seorang tukang gadai yang misterius dan pendiam tinggal di apartemen kumuh dengan bertemankan seorang gadis cilik Jung so mi (Kim sae ron). So mi sendiri seorang anak yang polos dan naif beribukan seorang pecandu narkoba dan pekerja PSK, so mi selalu menjadi vitamin bagi tae sik meski tae sik berpura-pura acuh padanya. Suatu hari karena kesalahan ibunya, so mi dan sang ibu diculik oleh seorang pebisnis narkoba. Tae sik yang misterius namun memiliki keahlian bela diri yang luar biasa tidak hanya tinggal diam saat melihat teman satu-satunya diculik untuk diperdagangkan organ tubuhnya.
6. Swing Kids (2018)
Film drama musikal ini berlatar perang Korea Utara dan Korea Selatan dengan sutradara Kang hyeong cheol dan naskahnya ditulis oleh aktor Jung woo sung. Menampilkan tap dance, film ini berhasil membawa tema baru dalam perfilman korea. Film ini menceritakan tentang mimpi dan idealisme, diperankan oleh Do kyungsoo sebagai Roh kisoo, tentara Korut yang menjadi tahanan di Korsel, ia amat sangat menyukai tap dance, sebuah tarian yang berasal dari Amerika, seperti yang kita tahu saat itu Amerika adalah musuh bebuyutan Korut karena menjadi negara yang berkoalisi dengan Korsel dalam perang melawan Korut, itu artinya segala sesuatu yang berbau Amerika "haram" hukumnya bagi Korea Utara. Do kyungsoo sukses memerankan Roh kisoo yang mahir melakukan tap dance dan beraksen bahasa korea utara. Do kyungsoo merupakan idol dari band kenamaan EXO, ia berhasil memecah streotype mengenai idol aktor saat debut pertama kali sebagai aktor, dimana saat itu seorang idol dipandang sebelah mata karena sekaligus menjadi seorang aktor. Debut pertamanya dalam drama It's Okay That's Love bersama aktor aktris papan atas Jo in sung dan Kong hyo jin yang berperan sebagai "teman khayalan" Jae yeol yang memiliki penyakit skizofrenia, berhasil menyabet penghargaan sebagai aktor pendatang baru, dibarengi dengan film pertamanya Cart juga sukses membawa dia menjadi aktor yang perlu dipertimbangkan. Perlahan namun pasti karir aktingnya terus melonjak setelah memerankan seorang remaja pembunuh berdarah dingin dalam serial Hello Monster, kemudian film My Annoying Brother bersama Cho jong seok, Pure Love, Room no.7, film seri Along With The Gods, film animasi Underdog, film pendek Be Positive, dan terakhir proyek sebelum ia pergi wamil adalah drama 100 Days My Prince. Ia selalu mengambil peran yang berbeda dan sedikit ekstrim dalam setiap proyek aktingnya, sehingga kini ia lebih dikenal sebagai aktor ketimbang idol.
5. Along With The Gods: The Two Worlds (2017) dan Along With The Gods : The Last 49 Days (2018)
Saya sangat suka sekali dengan film drama fantasi garapan Kim yong hwa ini, karena bercerita tentang kehidupan setelah kematian, walaupun sebenarnya kepercayaan ini diambil dari agama buddha, namun pada intinya semua orang kelak akan mempertanggungjawabkan atas perbuatan baik dan buruk yang dilakukan selama hidup di dunia. Film ini diambil dari komik web karya Joo ho min. Di seri pertama ada Ha jung woo, Ju ji hoon dan Kim hyang gi sebagai 3 malaikat yang mengantarkan Kim ja hoong (Cha tae hyun) dalam menghadapi beberapa tahapan persidangan di akhirat, Kim ja hoong meninggal pada saat bekerja sebagai pemadam kebakaran. Di seri kedua masih dengan 3 malaikat yang sama, namun kali ini mereka mengantarkan Kim so hoong (Kim dong wook) yaitu adik dari Kim ja hoong yang di seri pertama, ia meninggal secara tidak sengaja saat melakukan tugas militer. Di seri ketiga proses syuting akan dimulai tahun 2021 yang direncanakan (jika tidak berubah) akan diperankan oleh Do kyungsoo sebagai anggota militer yang memiliki cacat mental, dia sendiri sempat tampil di seri pertama dan kedua namun perannya tidak begitu banyak tapi akan keterkaitan dengan seri ketiga nanti. Teknologi yang digunakan memang tidak semulus dan secanggih film hollywood, tapi nilai yang lebih penting dari itu adalah pesan dari film tersebut.
4. Okja (2017)
Satu lagi, film aksi petualangan karya Bong joon hoo, naskahnya hasil kerja sama Bong joon hoo dan John Rohnson. Film kerja sama Korea Selatan dan Amerika ini diperankan oleh Ahn seo hyun, Byun hee bong, Steven Yeun, Tilda Swinton, Paul Dano, Lily Collins dan Jake Gyllenhaall. Film ini sedikit unik karena berkisah seorang gadis 14 tahun, Mija dengan peliharaannya bernama Okja, seekor hewan raksasa menyerupai babi-anjing-kudanil yang dititipkan perusahaan pangan yang dipimpin oleh wanita bernama Lucy Mirando. Setelah 10 tahun Okja harus dikembalikan ke Mirando Coorporation untuk dijadikan produk pangan (sosis). Tidak terima, Mija pergi menyusul Okja dari Seoul ke Amerika untuk menyelamatkan peliharaannya itu, dengan mendapatkan bantuan tak terduga dari beberapa pihak, terkuaklah betapa jahat dan liciknya Mirando Coorporation dalam menjalankan perusahaannya. Sayangnya saat itu film ini tidak masuk ke Indonesia, hanya bisa dinikmati lewat netflix.
3. Taegukgi (2004)
Film bertema perang yang berjudul asing The Brotherhood War ini memiliki durasi yang sedikit panjang yaitu 2,5 jam, tapi sangat worthy karena setiap scene-nya sangat sayang untuk dilewatkan. Disutradai Kang je gyu, mengambil latar 1950 saat pecahnya perang saudara antara korut dan korsel, dikisahkan dua bersaudara, Jin tae (Jang dong gun) dan Jin seok (Won bin) dipaksa ikut berperang. Jin tae berusaha mati-matian menjadi pasukan perang yang penuh pengabdian. Seiring berjalan waktu, Jin tae semakin terbuai dengan penghargaan, pujian dan jabatan yang didapat sehingga membuat adiknya merasa kakaknya telah berubah, padahal Jin tae melakukan itu semua demi adiknya agar bisa pulang ke rumah dan mengorbankan dirinya saja yang ikut berperang. Saat perang semakin parah, Jin tae dan Jin seok terpisah sehingga Jin tae berpikir Jin seok telah mati terbunuh, padahal Jin seok sendiri masih hidup. Karena dendam dengan negara sendiri yang telah membuat adiknya merasa terbunuh, akhirnya Jin tae membelot ke arah musuh dan melawan negaranya sendiri.
2. Snowpiercer (2013)
Film pertama Bong joon hoo yang membuat saya jatuh hati kepada sutradara satu ini. Film sci-fi action berbahasa asing pertama bong joon ho yang ia tulis bersama Kelly Masterson merupakan adaptasi dari novel grafis Perancis Le Transpeneige. Tidak tanggung-tanggung ia menggandeng Chris Evans sang Captain Amerika sebagai pemeran utamanya, selain itu ada Song kang hoo, Tilda Swinton, Octavia Spencer, Go ah sung dan Jamie Bell. Snowpiercer ini bercerita tentang kehidupan tahun 2030 dimana ekosistem kehidupan hancur karena sebuah eksperimen pada tahun 2014, saat global warming semakin parah, para ilmuwan berhasil membuat formula untuk mengatasi panas bumi. Cuaca panas berhasil terpecahkan, namun bumi malah membeku, dan keadaan semakin memburuk dan tidak bisa dikendalikan. Tidak banyak manusia yang selamat, sekitar 2000 manusia dari berbagai negara dan ras yang selamat diangkut dalam sebuah lokomotif (kereta) bernama Snowpiercer, dimana jalurnya terus menerus mengelililingi dunia dan tidak tahu sampai kapan kereta tersebut akan berhenti. Masalahnya adalah manusia yang hidup di dalam kereta tersebut dikelompokkan berdasarkan kasta atau status sosial. Mereka yang miskin akan menempati gerbong kereta paling belakang yang sumpek dan kumuh, hanya mengkonsumsi protein berupa agar-agar yang diketahui bahwa makanan tersebut terbuat dari kecoa. Sedangkan mereka yang kaya, akan menempati kereta paling depan, lengkap dengan fasilitas mewah dan makanan enak layaknya hotel bintang lima. Suatu hari, Curtis (Chris Evans) yang menempati gerbong paling belakang merasa sudah tidak tahan dengan ketimpangan sosial yang terjadi dalam kereta tersebut, dia memutuskan melakukan pemberontakan bersama teman-teman lainnya yang menempati gerbong paling belakang. Mereka menerobos maju melewati setiap gerbong untuk mencapai gerbong paling depan, namun usaha mereka tidaklah mudah, karena setiap gerbong dijaga dengan ketat lengkap dengan para penjaga yang kejam dan bengis. Menurut saya, film ini termasuk dalam film terbaik sepanjang masa, dan siapa sangka bahwa film ini disutradai oleh orang Asia yang berasal dari Korea Selatan, yang kita tahu, film ini 90% berbahasa inggris dan Bong joon ho tidaklah fasih berbahasa inggris, namun dengan keterbatasan tersebut tidak menghalanginya dalam menghasilkan karya luar biasa, karena menurut saya sulit sekali menjelaskan sesuatu yang detail dengan perbedaan bahasa. So, jika memiliki waktu tontonlah film ini.
1. Parasite (2019)
Another masterpiece from Bong joon ho. Saat ini, pria ini adalah center of the world, mahakarya terbaik yang dimiliki Korea Selatan, bahkan mungkin pria yang paling banyak diburu oleh filmmaker dari berbagai penjuru dunia untuk diajak bekerja sama. Satu kalimat yang saya ingat saat dia ucapkan dalam kemenangannya sebagai sutradara terbaik dan film asing terbaik dalam Golden Globe kemarin adalah "once you overcome the 1-inch talls barrier of subtitles, you will be introduced to so many more amazing films", seperti yang kita tahu, pada umumnya penonton asing tidak menyukai film-film dengan menggunakan subtitle, namun melalui Parasite, film yang 100% berbahasa korea ini sukses memecah streotype tersebut, film ini membuat decak kagum para penonton dan kritikus film dari berbagai negara, dan kini filmnya mendapat 6 nominasi dalam The Oscar. Entah dari mana Bong joon ho mendapat ide cerita untuk film ini, cerita yang tidak biasa mengenai dua keluarga dengan status sosial berbeda jauh, miskin dan kaya. Cerita yang menggambarkan sifat dan watak manusia yang bisa kita temui dalam kehidupan sehari-hari, dimana si miskin menghalalkan segala cara untuk bertahan dan meningkatkan kehidupan mereka, dan yang menjadi target adalah si keluarga kaya. Adapun si keluarga kaya yang hidup bahagia dalam kemewahan, tidak serta merta selalu mulus dalam menjalankan kehidupannya. Si keluarga kaya ini selalu memandang rendah siapapun yang kehidupannya di bawah mereka, namun pada dasarnya si keluarga kaya inipun sangat tergantung kehidupannya dengan si keluarga miskin tersebut, di sinilah terjadi suatu hubungan yang sebenarnya saling menguntungkan bagi kedua keluarga tersebut. Para cast Parasite ada Song kang ho, Park so dam, Choi woo shik, Jang hye jin, Lee sun kyun dan Cho yeo jong. Song kang ho sendiri seperti anak emas bagi Bong joon ho, dimana Parasite adalah film keempat Song kang hoo dengan sutradara Bong joon ho setelah Merories Of Murder, The Host dan Snowpiercer.
Bagi yang ingin menambahkan list film korea bagus lainnya bisa diterima, karena bagus tidaknya film itu hanyalah tentang selera.
감사합니다, 아녕 ~
-A-
-A-










Tidak ada komentar:
Posting Komentar