Minggu, 31 Desember 2017

Stranger Things



Pengagum karya Stephen King? Pernah menonton film E.T (1982) karya Steven Speilberg? Atau Interstellar (2014)-nya Christoper Nolan (now he's one of my favourite director)? Atau mungkin Upside Down (2012) karya Juan Diego Solanas dan IT yang baru saja diremake Andy Muschietti?  Yass, Stranger Things seperti perpaduan film-film tersebut. Bedanya Stranger Things bukan film, melainkan tv show (serial) yang tayang di Netflix (salah satu layanan video streaming terbesar di Amerika Serikat, bukan tv cable, lebih mendekati youtube sepertinya). Sebenarnya saya dibilang jarang sekali nonton serial barat, dulu sempat beberapa mengikuti Supernatural, Heroes, Glee, Gossip Girl, Prison Break dan Good Doctor, kemudian saya kurang update karena episode nya terlalu panjang dan ada beberapa dari jalan cerita yang kurang menarik menurut saya, setelah itu saya bisa dibilang tidak pernah nonton tv show lagi.
Awalnya secara tidak sengaja saya menonton acara talk show Jimmy Fallon, saat itu guest star yang dihadirkan adalah sekelompok anak (3 laki-laki dan 1 perempuan) sekitar belasan tahun. Mereka adalah Millie Bobby Brown, Finn Wolfhard, Caleb Mclaughlin dan Gaten Materazzo. Dalam talk show tersebut sang host alias Jimmy Fallon memuji akting mereka dalam serial yang berjudul Stranger Things yang sangat terkenal atau bahasa kerennya lagi happening banget di Amerika sana dan beberapa negara lainnya. Dari obrolan yang cukup menarik itu, saya mencoba mencari tahu tentang serial Stranger Things, mulai dari sinopsis, trailer, sutradara, penulis dan para cast. Setelah saya menonton episode pertama dari season yang pertama, saya mulai addicted  episode by episode sampai akhirnya saya menyelesaikan semua episode season awal (terdiri dari 8 episode dengan durasi kurang lebih 45 menit) hanya dalam semalam saja. Dikisahkan tahun 1983 di sebuah kota yang bernama Hawkins, Indiana (fiktif) terdapat sebuah laboratorium yang diketahui penduduknya adalah milik pemerintah. Suatu malam terjadi kebocoran di dalam lab tersebut, yang mengakibatkan 'sesuatu' keluar dari lab tersebut. Pada malam yang sama sekelompok anak yang dipimpin oleh Mike Wheeler (Finn Wolfhard), dengan anggota Dustin Henderson (Gaten Materazzo), Lucas Sinclair (Caleb Mclaughlin) dan Will Byers (Noach Schnapp) sedang asyik bermain Dungeons and Dragon di basement rumah Mike, setelah 11 jam bermain ibu Mike, Mrs. Wheeler (Cara Buono) menghentikan permainan tersebut. Dustin, Lucas dan Will pulang bersama dari rumah Mike dengan mengendarai sepeda malam itu. Keesokan paginya, dikabarkan bahwa Will Byers menghilang tanpa jejak. Joyce Byers (Winona Ryder), ibu dari Will segera melaporkan kehilangan anaknya kepada pihak kepolisian. Jim Hopper (David Harbour) yang merupakan kepala polisi di kota Hawkins langsung turun tangan menangani kasus hilangnya Will Byers. Mike, Dustin dan Lucas tidak ingin tinggal diam, mereka dengan sembunyi-sembunyi mencari Will meski orang tua mereka melarangnya dengan alasan terlalu berbahaya. Di malam pertama hilangnya Will, bukan Will yang ditemukan, justru mereka menemukan seorang anak perempuan seumuran mereka di sebuah hutan yang mereka sebut Mirkwood (sebuah hutan dari novel Lord Of The Rings). Anak tersebut berkepala plontos seperti pengidap kanker, Mike memberikan nama Eleven (Millie Bobby Brown) kepada anak perempuan tersebut, karena dia memiliki semacam tato di tangannya dengan angka 011. El (kependekan dari Eleven) disembunyikan di basement rumah Mike tanpa sepengetahuan orangtuanya, sampai akhirnya Mike, Dustin dan Lucas menyadari ada yang aneh dalam diri El, selain ada orang jahat yang mengincarnya, El memiliki kekuatan telekinesis. El dapat menggerakkan benda-benda (bahkan benda berat sekalipun) dengan pikirannya dan menjelajah waktu dan keberadaan seseorang dengan mata tertutup. Selain itu, Joyce Byers dan Jim Hopper menyadari ada kejanggalan dalam kasus hilangnya Will, yang menghubungkan mereka dengan dimensi lain yang mereka sebut dengan upside down. Joyce merasa Will masih hidup karena ia bisa melakukan komunikasi dengan cara yang aneh, seperti melalui lampu, dan Hopper merasa bahwa kejanggalan dan hilangnya Will beserta beberapa orang di Hawkins ada hubungannya dengan kebocoran lab yang terjadi pada malam yang sama dengan hilangnya Will. Semua keterhubungan semakin jelas, saat Nancy Wheeler (Natalia Dyer), kakak perempuan Mike dan Jonathan Byers (Charlie Keaton), kakak laki-laki dari Will Byers melakukan beberapa investigasi mengenai 'makhluk' yang menghantui kota Hawkins selama ini. Sehingga akhirnya hilangnya Will, kemunculan El dan makhluk yang menyeramkan, semuanya bersumber dari laboratorium yang ternyata melakukan eksperimen-eksperimen di luar dugaan dan akal sehat. Season satu berakhir dengan kembalinya Will dari kematian dan El yang menghilang kembali ke upside down. Season dua baru saja rilis oktober kemarin, dan cerita berkembang ke tahun 1984, dimana Will yang hidup kembali dari kematian menjadi sebuah perbincangan besar di kota Hawkins. Dimulai dengan datangnya anak baru ke kota mereka bernama Mad Max (Saddie Sink) dan kakaknya yang kasar, Billy (Dacre Montgomery). Mad max ingin bergabung ke dalam kelompok AV club tetapi ditentang oleh ketua mereka, Mike. Mike merasa hanya El satu-satunya anak perempuan yang pantas masuk dalam kelompoknya, berbeda dengan Lucas dan Dustin yang sangat welcome dengan kedatangan Mad Max. Kemudian Will merasa masih terjebak di upside down meski dia kini sudah berada di dunia nyata, Will masih mengalami trauma yang disebut true side, dimana ia seperti memiliki penglihatan mengenai upside down. Meski sudah mengalami beberapa perawatan dan terapi, Will semakin merasa kini justru dirinya adalah monster. Will tidak berani menceritakan hal tersebut kepada ibunya, dia hanya menceritakannya kepada Mike, Mike dapat mengerti keadaan Will karena Mike pun percaya bahwa El masih hidup, meski tidak tahu dimana keberadaanya. Suatu malam, setelah Mike, lucas, Dustin dan Mad Max merayakan Halloween di sekolahnya, Dustin menemukan sebuah mahkluk aneh di tong sampah rumahnya. Mahkluk tersebut diberi nama Dart oleh Dustin, kemudian Dustin memberitahu kelompoknya mengenai Dart, ada sesuatu yang aneh ketika Will melihat Dart, Will semakin mengalami trauma hebat. Mike menyimpulkan bahwa Dart berasal dari upside down, tetapi Dustin menentang dengan keras bahwa Dart hanyalah makhluk kecil yang tersesat, sehingga suatu hari Mike memutuskan bahwa Dart berbahaya dan harus segera dilaporkan keberadaannya, tetapi Dustin menolak sampai akhirnya dia memutuskan untuk menyembunyikan Dart tanpa sepengetahuan kelompoknya. Semakin hari, ukuran Dart semakin besar dan siapa sangka dia berubah menjadi jelmaan Demogorgon (makhluk yang diceritakan pada season satu) dan dog yang disebut Demodog oleh Dustin (seperti perkawinan antara demogorgon dan anjing). Plot semakin klimaks, saat tubuh Will dijadikan inang oleh mahkluk yang berasal dari upside down, laboratorium yang secara diam-diam masih melakukan penelitian mengenai upside down, Demodogs yang semakin banyak masuk ke dalam kota Hawkins dan El yang datang kembali untuk menyelamatkan teman-temannya. Season dua ini terdiri dari 9 episode masih dengan durasi yang sama, perbedaan dari segi cerita dan cast cukup signifikan hanya saja ada satu episode yang menurut saya sepertinya tidak terlalu penting atau sebenarnya tidak tahu apa hubungannya dengan episode-episode lainnya, atau mungkin koneksinya akan terkuak di season tiga. Kabarnya season tiga sendiri sudah akan memulai syuting jadi belum tahu kapan akan ditayangkan. Saya sangat menyukai ide cerita horror thriller yang dibuat oleh sikembar Matt dan Ross Duffer (The Duffer Brothers) dan di direct langsung oleh Shawn Levy (pernah menyutradai Night at Museum, Real Steel dan yang terkenal Arrival). Cerita yang disajikan sangat apik dengan setting tahun 1980an, penuh misteri, science fiction, teka-teki dan kejutan di setiap episodenya, dan akting para cast yang benar-benar pas sesuai porsinya, tidak berlebihan. Sangat rekomen sekali untuk ditonton, hanya saja ada sedikit adegan yang kurang pantas ditonton (lebih baik diskip saja), namun dari keseluruhan cerita sangat bagus dan sedikit berbeda dari serial tv yang pernah ada. Jika ingin menonton keseluruhan episode dari season satu dan dua, dapat berlangganan aplikasi netflix atau dapat di download dari situs-situs yang menyediakan berbagai serial tv. Baiklah, selamat menonton semoga demogorgon tidak datang menculikmu ke dalam upside down seperti Will.


-A-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar